Assalamu'alaikum Wr.Wb. Adik-adikku yang sholih dan sholihah dan yang dirahmati Allah SWT. Kakak akan membuat seklumit coretan yang insya Allah dapat membangkitkan ghirah adik-adik sekalian. Bacalah dengan pelan dan penuh penghayatan. Insya Allah hati kalian akan lapang dan semangat kalian akan terdongkrak. Amiin.
Ibu adalah malaikat untukku. Sebelum aku lahir, ibu mengandungku selama 9 bulan 9 hari tanpa berkeluh kesah. makan tidak enak, minum kurang nikmat, duduk capek, apalagi berdiri dan berjalan, masya Allah, semua dijalani oleh ibu dengan ikhlas. Betapa berat perjuangan seorang ibu.
Setelah mempertaruhkan nyawanya, lahirlah aku ke dunia. Dia menyayangi aku dengan segenap jiwa raga. Kala aku nangis, dia yang menghibur aku, kala aku sedih, dia ada untuk menghibur aku, kala aku ada masalah, dia orang pertama yang membantu aku. Sungguh mulianya hati ibu.
Setelah beranjak dewasa, ibu menyekolahkan aku. Dia meluangkan waktunya untuk mengantar dan menjemput aku. Dia memberi uang saku untukku. Ketika uang sakuku kurang, aku sering marah-marah kepada ibu, alangkah sedihnya ibuku. Terkadang aku merasa paling berkuasa, paling hebat, sehingga tidak memperdulikan ibu. Disuruh tidak mau, dinasehati membantah, astaghfirullaah...
Lalu apa yang sudah aku berikan kepada ibu? setidaknya, dengan aku lulus UNSD dengan mendapai nilai yang bagus, ibu akan tersenyum untukku. Tapi apa yang terjadi jika aku malas, ogah-ogahan, dan tidak memperdulikan nasehat ibu? jika aku tidak lulus atau nilaiku jelek, apakah itu yang akan aku berikan kepada ibu? Tidak, pasti ibu akan semakin sedih dan kecewa kepada kita. sebelum semuanya terlambat, segeralah perbaiki diri kita agar kita tidak menyesal di kemidian hari... buatlah ibu bangga kepada kita .... tersenyum kepada kita ....
semoga adik-adikku semakin menghargai perjuangan ibu, dan semakin berprestasi ...
BalasHapus